25 Agustus 2015

Virus Cara Ngawur Jadi Pengusaha

virus Cara Ngawur Jadi Pengusaha

Dalam sebuah forum pemelajaran bisnis, saya berkumpul dengan pengusaha2 dari seluruh Indonesia.

Kami dikumpulkan menjadi kelompok kecil, dan masing2, diminta membuka masalahnya secara brutal.

Jujur, saya termasuk yang belum siap terbuka brutal. Saya relatif pendengar yang baik.

Seorang sahabat saya, bisnis kerudung handmade. Sepasang muda. Menceritakan masa kelamnya.

Sebelum ketemu dengan berlian bisnisnya. Mereka berkelana bisnis macem2. Hingga akhirnya salah jalan.

Sebuah teori bisnis dengan mencairkan banyak kartu kredit dipraktekkan.

Satu slip gaji, diajukan dalam waktu bersamaan ke beberapa bank. Walau plafond nya kecil2. Cair semua.

Plafon 3 sd 5 juta, tapi belasan kartu. Jumlahnya banyak juga. Tanpa banyak hitung, mereka pake.

Singkat cerita, bunga tinggi yang semula di set memang dibayar dengan gaji, mereka putar.

Putaran bisnis tak sanggup membayar terkaman tagihan.

Skema kartu kredit yang dipasang-pasangkan untuk saling menutupi juga kacau. Amblas semua.

Pembayaran mulai ngadat. Semua kartu sendat. Berbunga dan berbunga. Hingga musibah itu datang.

Debt collector yang seakan mengantri menyatroni mulai berdatangan.

Bukan hanya mendatangi mereka, tapi "menegur" orang tua mereka, mertua mereka. Keduanya shock. Serangan jantung.

Lanjut..

Beberapa waktu yang lalu, entah siapa, dan darimana ibu ini mendapatkan nomor WA saya. Curhat panjang via WA.

Sang ibu curhat tentang bisnisnya, sekian toko yang tidak pernah dijaga kecuali weekend.

Dan suami yang terus memperbesar hutang dengan alasan butuh putaran modal, namun tak pernah terbuka penggunaannya.

Saya gak banyak bicara. Saya minta bertemu mereka berdua, namun sang ibu ternyata hanya mau curhat.

Awalnya hutang hanya kecil, lalu menghutang lebih besar untuk menutup hutang sebelumnya.

Gaji suami sebagai pegawai dipertaruhkan di Kredit Tanpa Agunan. Dimaksimalkan limitnya.

Hingga cicilan 16 juta per bulan. Tak pernah terkejar tiap bulan. Keuangan jadi kabur. Modal kerja tergerus.

Terus dan terus...

Saya punya puluhan kasus, tak sanggup hati saya menuliskan semuanya. Tapi saya geram.

Geram karena semua ini berawal dari teori ngawur yang dikampanyekan tanpa tanggung jawab.

Kebanyakan mereka terinpirasi dari seminar X, dari training X. Semangat cepat dan instant ditelan mentah2.

Menggampangkan pasar, memproyeksi simulasi penghasilan di excel layaknya Tuhan. Pasti. Pasti. Nyatanya?

Yang saya ingin jadikan highlight dari serial tweet yang emosional ini adalah : cara ngawur ini mafsadat.

Apa arti mafsadat? Kerusakannya bukan hanya pada diri Anda, tapi berimplikasi kesemuanya.

Cara ngawur bisnis ini serasa hanya urusan pribadi. Tapi orang tua jadi korban, anak istri ter teror gak karuan.

Bahkan teman ikut termakan, lalu bahkan sebagian juga merembet ke tetangga. Tetangga ikut2an naruh duit.

Bahkan teman ikut termakan, lalu bahkan sebagian juga merembet ke tetangga. Tetangga ikut2an naruh duit.

Bener2 virus. Dan belum ada yang berani tegap membasmi.

Malam ini saya juga merasa tersungkur lemah. Hanya bisa ngetweet dan nulis buku. Hanya ini yg saya bisa.

Sengaja saya nulis dua kodi kartika, karena pemilik keke menunjukkan cara bisnis yang sabar perlahan.

Cara bisnis yang bijak. Menabung profit menjadi modal kerja. Membesarkan perlahan. Hati2 sekali.

Setiap kebijakan selalu dinilai dampaknya. Bagaimana dengan para buruh, bagaimana bayaran penjahit. Waras sekali.

Cara ngawur jadi pengusaha harus dilawan dengan "Cara Benar Jadi Pengusaha".

Cara Benar Jadi Pengusaha adalah alternatif cara bisnis moderat ditengah zaman yang begitu bergesa.

Cara Benar Jadi Pengusaha berpusat pada kekuatan produk. Kekuatan sistem bisnis. Tumbuh perlahan. Bersabar menabung modal.

Adapun menggunakan dana pinjaman, benar2 digunakan sebagai modal kerja. Resikonya pun terukur.

Cara Benar Jadi Pengusaha berpusat pada ketekunan. Menjaga kredibilitas track record perjalanan bisnis. Karena disanalah kekuatannya.

Cara Benar Jadi Pengusaha berfokus pada kaya beneran, bukan kelihatan kaya.

Cara Benar Jadi Pengusaha berfokus pada hidup yang apa adanya dan bukan ilusi. Hidup di tataran lifestyle yang memang bisa dibayar dgn uang sendiri.

Cara Benar Jadi Pengusaha berfokus pada marketing yang konsisten dan panjang. Bukan membooster pasar lalu hilang seketika.

Inilah ocehan sederhana malam ini, moga pelan2 kita hadirkan arus baru yang lebih positif.

Saya dan kita semua harus bersyukur atas gelombang "pengen bisnis" yang besar di indonesia.

Tapi jangan sampai gelombang ini menciptakan monster2 baru yang mati hati. Menerkam kanan kiri.

Saya bersangka baik, sahabat2 yang salah jalan dan keputusan, terkadang hanya masalah hawa nafsu.

Obsesi bisnis kita harus kita perbaiki. Bisnis kita adalah pengabdian kepada sesama kewat produk yang kita hadirkan.

Pelan2, doakan rendy sehat, rendy dituntun Allah. Menjadi CEO dan curi2 waktu malam hari menulis jg tantangan.

Semoga saya dibantu Allah. Semoga, ditengah tanggung jawab sbg eksekutif, saya masih kuat berbagi.

Semangat terus teman2 entrepreneur. Berbisnislah yanh wajar dan sabar. Fokus manfaat produk. Fokus track record.

InsyaAllah, lompatan kuantum akan dihadirkan pada mereka yang bersabar.

Semoga kita semua, terhindar dari Cara Ngawur.

Alhamdulillah.

Virus Cara Ngawur Jadi Pengusaha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ustad Rudi
 

Top